13 Desember 2008

BIAR SALAH ASAL CEPAT

Pagi ini tidak cerah. Mendung, tapi tidak begitu tebal. Yang jelas, kami penduduk bumi cabang Indonesia ranting pelosok ini hanya kebagian sedikit panas matahari.

Di pagi yang tidak cerah ini, ada dua orang ibu-ibu muda bertengkar, dari balik pagar rumah mereka setinggi dada, saat mereka sama-sama menjemur cucian (sekali lagi: di bawah sinar matahari yang tidak cerah itu).

Ibu KESATU (beberapa dialog sebelumnya dipangkas karena tidak layak dibaca oleh masyarakat umum, terutama anak-aanak):
"Kamu itu, jelek, gak pernah ngurus ke mana suami ngelayap. Tahu ndak, gara-gara kamu yang vegetarian, dia babat semua tanaman di pagarku buat lalapanmu..''
Ibu KEDUA:
"Emang cuma suamiku yang gak beres? Suamimu juga kok. Dia sering menggoda anakku. Untung saja anakku pemberani. Dia goda balik tuh suamimu.."

Pada saat itu, ada ibu KETIGA datang mendekat. Sebenarnya, si Ibu KETIGA ini ingin melerai diskusi pagi yang tampaknya akan menjurus ke ''acara jambak-menjambak rambut'' itu. Tapi, ia menegur hanya sebatas begini.
"Idih… idih… ada apa ini? Pagi-pagi sudah senam mulut. Kenapa gak jadi komentator sepakbola saja. Kan enak?"

Kedua ibu yang bertengkar itu sama-sama menoleh pada ibu KETIGA.

Ibu KESATU:
"Ini, Teh, si cerewet ini bilang suami ane suka ngelayap!"
Ibu KEDUA:
"Lho, emang demikian kok, Teh, suami si jelek ini suka gitu, kok…"

Tapi, hanya segitu saja. Sebab, kedua ibu itu kembali melanjutkan sepak mulut-nya.


Ibu KESATU:
"Ah, kamu itu, Jelek, urus suamimu itu biar gak ngelayap cari daun muda lagi. Kalau begini caranya, ini sih bukan pagar makan tanaman lagi namanya, tapi PAGER makan HANDPHONE"
Ibu KEDUA:
"Kamu itu yang jelek, mana mungkin bisa ngurus suami. Aku aku kan pintar merawat diri. Tuh liat, muka sendiri saja harus didefrag!"
Ibu KESATU:
"Eh… eh.. sembarangan ngomong! Muke lu itu yang jelek. Tau nggak, MUKE GUE ITU KAYAK PANTAT LU!"

Ibu KETIGA terkejut, ia mencoba menjadi wasit yang bijak.
"Eits, salah, Bu! Yang betul, seharusnya kamu bilang: "MUKE ELU KAYAK PANTAT GUE" kok malah dibalik-balik…"
Ibu KESATU: "Biarin, Teh! Yang penting cepet. Pokoknya nggak keduluan dia. Soal salah atau benar itu urusan belakangan! Toh dia juga paham kok maksudnya...''

1 komentar:

en.hidayat mengatakan...

hahaha...

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (1) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) filem (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (23) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog