18 Januari 2009

Teori Penamaan


Pada acara 40 hari wafat Bu’ Gammar, ibunda H. Saiful (depan PLN Guluk-Guluk), Dullatep (Abdul Lathif) menguasai forum. Ia memulai pembicaraan:

“Mengapa disebut Karang Jati? Karena di situ dulu banyak pohon jatinya!”
Demikian ia berargumen, mengacu pada komplek Karang Jati, kediaman Kiai Abdul Basith Bahar. Rupanya, dia ingin meneguhkan “teori penamaan” (kurang jelas, apakah demikian pula yang dikatakan oleh Vladimir Propp?). Akan tetapi, H. Hafid mencoba memancing di air keruh dengan mencoba membantahnya.
“Lho, itu di rosong, di tempatku, banyak pohon jatinya, kok tidak diberi nama Karang Jati?”
“Lha, beda itu,” potongnya, “karena penanaman jati di rosong itu adalah “jati proyek”, beda dengan Karang Jati tempatnya Kiai Abdul Basith!” Dan belum lagi ada orang lain yang menyahut, tanpa mempedulikan keberatan H. Hafid terhadap sanggahannya, Abdul Lathif meneruskan teorinya
“Dadduwi berarti Madunya Kiai Syarqawi; Berca berarti Somber Caca (sumber gosip); Karduluk artinya mekar dan dhuluk (subur)…”

Kini, giliran H. Saiful yang menyanggah, “Begini, Tep. Coba kamu perhatikan Kebun Jeruk, ndalemnya Kiai Naufal itu, mana ada pohon jeruknya? Gak ada, kan?”
Bagaimana jawaban dia?
“Siapa suruh mau diberi nama Kebun Jeruk! Salah sendiri mau dikasih nama begitu! Harusnya kamu menolak, Mister!”

7 komentar:

Anonim mengatakan...

Kesan saya: Dul Lateef adalah sosok yang lucu sekaligus cerdas. Dengan kesan seperti ini, saya jadi bingung saat melihat gambar-gambar di bagian atas blog ini; Dul Lateef itu yang di pojok kanan atas atas ato yang gambar bawah kedua dari kanan?! hehehe...

Anonim mengatakan...

komentar di atas saya ketik sambil menikmati dengusan "ersy!" dari hidung saya...

Anonim mengatakan...

utk anonim pertama: sepertinya gak jauh beda. paling tidak songkoknya sama-sama miring, cuma derajat kemiringannya saja yang beda..

Hazmi mengatakan...

dullatep is a legend, ten diiiiiiii

Anonim mengatakan...

how are you dullatep?

latep sendiri mengatakan...

bukan dullatep, tapi abdullathif
Abdun kabuleh
Lathifun se alos....

F a i z i mengatakan...

@ Pak Latep:
"Betul itu, Pak Latep!"
Al-Lathif: Dzat se Ongu-Onggu Alos, Pak Tep)
[catatan: komen di atas ini memang betul-betul adriPak Dullatep]

ORANG KETIGA: Beh, ma' cengkal reya, paggun angguy "Dullatep" :-D

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (2) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) fiksi (1) filem (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) humor (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog