07 Maret 2009

Pekerjaan 'Menunggu'


‘Agama’, juga ‘pekerjaan’, merupakan dua hal yang selalu menjadi persyaratan kelengkapan pengisian sembarang formulir di negeri ini, sementara tidak di negeri itu dan tidak pula di negeri yang lain. oleh karenanya, WNI harus ‘beragama’ dan ‘harus bekerja’ agar punya KTP. Cek saja kalau tidak percaya. Untung saja, tidak ada peraturan khusus, misalnya, harus mencantumkan nomor ponsel di dalam KTP.

Saat mau isi formulir pembuatan KTP, Su’din yang tidak punya pekerjaan secara spesifik, ditanyai petugas:

“Pekerjaannya?”
“Apa, ya?” Su’din mengernyitkan kening, menautkan alis, memicingkan mata. “Enaknya diisi apa?” Malah-balik-bertanya si Su’din ini.
“Loh, kok malah enaknya. Sampeyan ini gimana? Pekerjaannya sampeyan itu apa?” Petugas menggunakan oktaf ketiga dengan nada dasar B.
“Ya, diisi saja yang enak, apa lah…” jawab Su’din sekenanya.
“Wah, harus jelas!”

Sejurus berpikir, Su’din pun kormeddal,
“Isi saja: ‘menunggu’!”

“Maksudnya apa? Pekerjaan kok ‘menunggu’? Kasih pekerjaan wiraswasta saja, ya!
“Enggak, ah, ‘menunggu’ saja, lebih jujur dan realistis!”
“Menunggu bagaimana maksudnya sampeyannya ini?” Lama-lama, petugas itu tampak mulai tidak sabar. Ia menggunakan teknik vokal falseto berkekuatan 120 desibel untuk pertanyaannya ini.

“Saya ndak punya kantor, saya mangkal di warung kopi yang dekat kantor, dekat samsat, pokoknya dekat dengan urusan “menunggu” lah… Saya menunggu orang minta dibantu, seperti nunggu orang minta diantar ke samsat; perpanjangan surat-surat kendaraan, mau beli tanah, ya, cem-macem lah pokoknya. Tapi, pada intinya, saya cuma menunggu, kok!”

Su’din menatap petugas itu sambil berkata, “Paham Sampeyan?”


[buat Mumunk Bandaran: saya menunggu inspirasi kormeddal-mu yg lain]

10 komentar:

partelon mengatakan...

Hmmm, ber"aroma" mukasyafah...

A. Dzaki Nuhaiz AS mengatakan...

Semakin lama kok semakin kurang lucu ya?

Apik mengatakan...

kurang lucu atau semakin menukik?

Anonim mengatakan...

Nemmu beih kak izi... :))

Anonim mengatakan...

haha.. broker lah kerennya

Zuhair mengatakan...

mungkin dia terinspirasi dari lagunya ridho rhoma "menunggu", lagu dangdut yang di'pop'isasi. maklum lagi ngetrennya....

Bind@ra MadOUra mengatakan...

Ngampongah agabung sareng pangestonah

urbanaik khumaida mengatakan...

ayah.... sebelum terlahir anak-anak matahari, maka akulah pagi yang rebah dan mengelokkan namamu seperti embun yang masih malu-malu.
dan bulan basah dikeningku, pun pertemuan yang mengekalkan kita dalam jam-jam yang berhembus. ayah, ingat akukah?

tamam ayatullah malaka mengatakan...

astaganagaa Gus...

maaf, hanya itu yang bisa keluar dari mulut saya. Selebihnya, mari saya lantas tertawa dahulu, gak gakkk

M. Faizi mengatakan...

Hahaha.. apalagi kalau Mumung yang bercerita, Anda pasti akan terguling-guling.

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (2) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) fiksi (1) filem (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) humor (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog