31 Oktober 2009

Juru Parkir Antik

Seperti biasa, setiap mau pergi dari area parkir, aku selalu meminta karcis sebagai bukti. Cara ini, meskipun terkadang makan hati, kuanggap sebagai langkah yang bijak sebagai bahan pembelajaran “anti-kompromi terhadap segala macam pungli”. Sebab, dengan membiarkan parkir tanpa tanda bukti, itu berarti kita setuju/membiarkan praktik pungli (pungutan liar) terjadi. Bukankah pungli merupakan salah satu nenek-moyang korupsi, kawan?

Tadi pagi, setelah hendak pergi dari tempat parkir, jukir (juru parkir) itu mendekatiku. Kusodorkan uang 1000 rupiah karena kutahu tarip parkir di tempat itu masih Rp500,- saja. Setelah selembar uang seribuan itu berpindah tangan, orang itu menjauh.

“Ah,” keluhku. “Sudah tidak ada karcis, narip-nya 1000 rupiah lagi!” Aku membatin sambil membayangkan, berapa banyak orang yang mengalami kejadian seperti ini dan menghadapinya denmgan cuek saja.

“Pak, karcisnya mana?” Kataku agak lantang.

“Oh, ini!” Kata si bapak jukir tersenyum seraya menyodorkan karcis dengan tarip 500 perak untuk sekali parkir.

“Kok tidak ada kembaliannya, ya? Seharusnya kan cuma 500 rupiah?”

Setelah kuamati, ternyata karcis parkir itu ada dua lembar. Bapak tersebut mungkin turunan Abu Nawas, demikian kesimpulanku. Dia ogah untuk membayar sisa uang kembalian 500 rupiah padaku, tetapi justru memberiku 2 karcis sekaligus sehingga bertarip 1000 rupiah.

Maunya marah, akhirnya aku jadi tersenyum, meskipun agak masam.

2 komentar:

a-cen mengatakan...

Hehehehe....
Hmmmm iyaaaah gimana yah, keknya tindakan seperti itu udah membudaya ya.....
Mungkin kalo ceritanya yang lebih kelas kakap lagi, senyumnya tambah masam ya... heeeheheh

M. Faizi mengatakan...

tersenyum sambil mengunyah buah asam, hi...hi...hi....

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (2) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) fiksi (1) filem (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) humor (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog