20 April 2010

Tidur 989 Kilometer


Kemarin, saya merasakan sensasi istirahat yang benar-benar nikmat setelah beberapa hari ini tubuhku terasa capai-capai karena keseringan lembur: tidur jam 5 pagi, bangun jam 10 lewat. Lalu, lanjut lagi: tidur jam 1.30 siang, bangun jam 4 sore; bayi gede deh.


Sensasi ini menautkan ingatanku pada suatu siang, beberapa tahun yang lalu. Saat itu, dulu ketika anggota keluarga besarku masih lengkap, saya mempunyai pengalaman tidur siang yang begitu inspiratif, impulsif, rekreatif, dan if-if yang lain.


Siang itu, saya nawaitu istirahat, berbaring untuk rehat. Sambil mencolokkan charger untuk ngecas ponsel 5110-ku, saya berandai, “Nanti, batere pasti sudah penuh ketika aku bangun,” demikian pikirku. Saya ingat, waktu itu jam 2 siang kurang seperempat ketika saya berbaring. Dalam pikiran, saya bayangkan nanti saya akan bangun jam 4 sore, atau jam 4.30 paling telat (berhubung saya sedang sangat capai). Badan saya telentangkan, mata coba berpejam. Benar, tak butuh waktu lama, pikiran sudah melayang, terjadilah tidur yang sebenar-benar.


* * *


Kaget bukan alang-kepalang ketika saya bangun dan mata menjurus ke arah jam meja, pukul 5:10. "Astaghfirullah, belum shalat ashar,” pikirku spontan. Dengan reaksi cepat dan sigap, saya mengambil air wudhu dan shalat ashar pun dilakukan.


Selesai shalat, dengan pandangan mata cerah dan wajah gemilang, saya membuka pintu, hendak keluar untuk menikmati pemandangan senja yang mulai temaram. Saya melihat seorang santri melenggang keluar biliknya. Di dadanya, saya duga ia sedang mendekap kitab shahih bukhari. “Loh, kok mau ngaji kitab menjelang Maghrib?” batinku sambil mengurungkan niat, sembunyi ke balik pintu. Dan setelah mengusap mata, betul, saya sadar. Ternyata, waktu itu jam 5 pagi, di hari Kamis pagi. Sedangkan cerita pada paragraf pertama yang kutulis di atas berkisah tentang tidurku pada hari Rabu siang.


Astaghfirullah..

Subhanallah..


Andai saya tidur selama itu di atas jok kendaraan yang dipacu rata-rata 80-100 kilometer per jam, insya Allah, jika saya berangkat dari Guluk-Guluk, saat bangun, mungkin saya sudah tiba di tol Cikampek dan siap masuk kota Jakarta.


9 komentar:

achen mengatakan...

Duh, menjadi askhabul kahfi kecil2an Ya.... :-)

M. Faizi mengatakan...

@Achen benar-benar blog walker!!!
TooooooooP

achen mengatakan...

waduh, jadi terhero hero sayah.....*minjem bahasanya* :-)))

M. Faizi mengatakan...

Hero of the Day

ridafitria mengatakan...

coba "bayi gede deh" itu diganti "bejik konah lah"....hehehe, hebat jam terbang tidurnya. saya mengaku kalah.

Cinta Syahadah mengatakan...

seandainya pas bulan puasa enak itu Ke. Tidur habis sahur bangung menjelang magrib.. :D

M. Faizi mengatakan...

@Rida: ya, bhaji' konah, juga kalau sudah besar makannya banyak jadi "lapar konah"
@Cinta Syahadah: kalau bulan puasa, ya, lain lagi ceritanya.... he..he..

achen mengatakan...

wah ero of the day kata mbah google lagunya metallica Mas... hehehe

M. Faizi mengatakan...

ha..ha..ha..

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (1) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) filem (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog