13 Agustus 2010

Ibadah yang Tenang

Suara tadarus Alquran di bulan suci terdengar di mana-mana. Pengeras suara, di bulan Ramadhan ini, berbunyi tidak saja pada jam-jam azan. Sehabis tarawih, umumnya, suara tadarus Alquran terdengar di mana-mana, ke mana-mana. Bahkan, tak jarang kutemukan, di tempat-tempat yang jauh, suara itu terus berkumandang sampai larut malam, bahkan hingga menjelang saat bersahur.

Di mushalla rumahku, hal semacam ini juga berlangsung selama bertahun-tahun. Meskipun yang mendaras Alquran tidak banyak, namun dari jumlah yang sedikit itu, yang patut diacungi jempol adalah kesiapan mereka untuk duduk bertahan di depan kitab suci Alquran selama berjam-jam.

Namun, sejak tahun yang lalu, atas permintaan beberapa pini sepuh, lantunan orang yang mendaras Alquran akhirnya tidak lagi dikumandangkan melalui loud speaker yang umumnya digantung di tiang penyangga khusus, atau menara. Alasannya, suara yang keras bukan tidak mungkin akan mengganggu ketengangan warga sekitar, apalagi jika salah seorang tetangga mushalla ada yang sakit dan butuh ketenangan.

10 komentar:

Pangapora mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Pangapora mengatakan...

Saya kan memang tanyak dari dulu, sama sampeyan dak dijawap-jawap: apa hukum lospiker, Kak?

Jangan dijawap "tidak apa-apa, asal merk marshal"....

M. Faizi mengatakan...

Pangapora: kamu mimang, sungguh pandai kamO. Itulah yang kumaksud ternyata sudah kamu maksud. "Maksudnya terkandung dalam hatinya masing-masing," kata Pak Tetanggaku itu.

yansDalamJeda mengatakan...

Hahahaha....bikin ketawa bc komentar pangapora. Hahahahahahha......
MasyaAlloh......

MyQuds2u mengatakan...

Selalu ada untung dan ruginya. Kalau lospiker, siapa tahu orang yang mendengarkan jadi pengin ikutan. Kalau orang sakit, sih, biasanya malah suka dengar orang ngaji.
Tapi Misnawar, tetangga saya, pasti terganggu karena isterinya yang lagi liat sinetron jadi naikkan volume tvnya kuenceng sekali untuk imbangi suara orang baca Quran.

M. Faizi mengatakan...

Yans: sedih saya! nulis serius selalu ditakdirkan mendapat komentar yang ciqiqiqiqiqk..... lain kali gak mau serius lagi, ah...

Qudsi: keluarga Misnawar banyak di sekitar kita. Selalu ada perkecualian dan selera umum dalam penetapan hukum :-)

partelon mengatakan...

Guh... keLlas beRRat ini... ;-)

achen mengatakan...

Beruntung masih punya Pini Sepuh yang begitu perhatian, katanya memang gitu ya, kalo Ibadahpun harus tahu adab dan tata caranya, dan Saya tak bisa membayangkan pas nanti ada Orgen Tunggal ngorkess ampe larutlarutmalam di sekitar musholla tadi... waduh panjang tapi kok mbingungi keknya ya, ndak papa wis komentarnya orang bingung mo ngomentarin apa... he

Pangapora mengatakan...

Kak.... Postingmu pennuh hikmah...

Pangapora mengatakan...

Aduh Kak. Maaf. Ternyata saya baru baca posting ini sekarang. Setelah baca, langsung saya komentari. Ternyata.... Aduuuuu.... Malu saya, Kak. Ternyata saya sudah punya komen di posting ini. Paling atas lagi. Padahal saat itu KAYAKnya saya belum baca. Aduuuu.... Malu saya, Kak.

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (1) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) filem (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (23) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog