23 April 2014

Hubungan SMS dengan Homofon

“Coba kamu SMS, tanyakan di mana lokasinya?”
“Lah, tadi kan sudah jelas dalam telepon, dekat tambal ban Torbang.”
“Coba SMS saja, biar pasti, sebelah mananya masjid Torbang, gitu?”
“Wah, sudah jelas, kok, Kak. Ditelepon lagi saja agar lebih jelas dan pasti, daripada SMS masih harus balas-balasan.”

Demikianlah sedikit ngotot-ngototan saya dengan istri.

Tak lama kamudian, ada telepon masuk. Tapi, sungguh saya kaget karena dikabarkan bahwa saya telah kebablasan. Tempat yang disepakati sebagai tempat saya bertemu dengan seseorang itu ternyata sudah lewat.

Telepon dari seberang:
“Tadi, kawan saya itu melambai-lambaikan tangannya saat Sampeyan lewat di dekatnya. Namun, Sampeyan bablas saja katanaya.”
Saya membalas:
“Torbang, to? Ini, Lenteng saja masih belum. Tentu saja saya tidak memperhatikan dia karena Torbang masih jauh, masih sekitar 8 kilometer lagi.”

Saya menepikan kendaraan, menelepon lagi orang itu, saudara jauh yang hendak mempertemukan saya dengan temannya di sebuah tempat yang lokasinya adalah “pertigaan, jalan kecil, dekat tambal ban”. Ah, terasa repot menentukan sebuah lokasi dengan ancer-ancer yang sangat mungkin berubah di zaman orang-orang sudah mengetahui alamat dengan kordinat.

Setelah 3 menitan menunggu, si temannya saudara itu pun datang. Rupanya, dia menyusul dengan sepeda motor. Saya bertanya, “Kok bisa tadi bilang Torbang padahal Torbang itu adalah nama desa di dekat Kota Sumenep?”
Dia tersenyum sambil menjelaskan, bahwa “Torbang” yang dimaksud adalah nama spot tempat dia menunggu.
“Dulu,” katanya sambil tersenyum, “Di sana ada sebuah kantor bank daerah. Orang-orang menyebutnya TOR BANK, kependekan dari ‘kantor bank’, begitu…”

Saya tertawa dan senang karena di dalam pikiran langsung muncul gagasan untuk membuat tulisan dengan tema soal homonim, ya, tulisan yang Anda baca ini. Dan sekarang, jika paragraf-paragraf di atas itu dijadikan sebuah narasi dalam ujian, akan muncul sebuah pertanyaan: ‘apa saja pelajaran yang dapat dipetik dari kasus di atas?’.

a) Kebiasaan memangkas kata (menggunakan sebagian sukukata), seperti juga terjadi pada STNKB menjadi STNK dan menjadi STN
b) homofon bisa membuat salah alamat
c) Terkadang, SMS (tulisan) lebih jelas daripada telepon (lisan)
d) Memperkenalkan nama (tempat) yang tidak populer kepada orang yang tidak yakin mengetahinya adalah payah

1 komentar:

Zyadah mengatakan...

hahahaa ada-ada saja...

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (2) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) fiksi (1) filem (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) humor (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog