29 Mei 2014

SMS Tengah Malam

Tiap malam begini, Siti selalu terbangun mendengarakan tangis anaknya atau karena SMS dari sebuah nomor tidak dikenal. Anaknya yang kecil memang tidak selalu bangun tengah malah, tapi SMS gelap itu selalu datang tiap malam. Betul isi SMS memang mengajak bangun shalat malam atau petuah lain, kutipan hadits, dan seterusnya.

Sampai pada akhirnya, Monik terganggu dan langsung telepon balik, beberapa detik setelah ia menerima SMS serupa, suatu waktu di tengah malam. Panggilan tidak diterima. Ia penasaran, apakah pengirim SMS itu orang, mesin, atau hantu? Ia pun berkirim pesan, “Siapa pemilik nomor ini?”. Ditelepon tidak diangkat, di-SMS tidak dibalas.

Pada suatu pagi, kira-kira pukul 9, entah mengapa tiba-tiba Monik punya keinginan untuk menelepon nomor itu. Dan, ternyata, panggilan diterima.
“Ono opo, Mbak Monik?” Suara seorang perempuan muda.
“Loh, iki sopo?” tanya Monik.
“Aku, Yanti.”
“Oh, kirain siapa. Ini nomormu, tah?”
“Bukan, punya mas-ku. Kenapa, Mbak?”
“Oalah, iki lho, nomor ini selalu kirim SMS tengah malam. Pas ditelepon tidak diangkat, kalau di-SMS juga tidak membalas. Sekarang, mas-mu ke mana?”
“Ke kantor, Mbak. Iya, ini nomor mas-ku yang satunya. Mas-ku punya dua nomor.”

Sekarang Monik sudah tahu, siapa pemilik itu nomor itu. Hanya saja, Monik baru menduga-duga, mengapa pemilik nomor itu merahasiakan identitas dirinya. Maka, suatu saat ketika Monik berjumpa Yanti yang kebetulan berada di rumah ibunya, Monik menyampaikan cerita itu kepada mereka.

“Iya, Mon,” yang menjawab justru Tuminem, ibu Yanti. “Dulu HP-ku memang sering bunyi tengah malam. Aku terganggu sekali. Sampai berkali-kali akhirnya aku minta bantuan anakku untuk ngecek. Aku nanya sama si Yanti, apakah itu bunyi alarem atau apa,” papar Tuminem dengan polos karena dia memang gaptek. “Ealaaah, ternyata yang kirim SMS itu si Joko, toh, tetangga kamar dan menantu sendiri.”


Tuminem tertawa, Yanti tertawa karenanya, dan Monik tersenyum dibuatnya, mengerutkan jidat seraya berpikir bahwa perbuatan baik itu mestinya memang dirahasiakan, sepertinya halnya “kebaikan tangan kanan jangan sampai diketahui oleh tangan kiri”. Namun, yang kasus ini jelas berbeda dengan yang biasanya.

Tidak ada komentar:

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (2) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) fiksi (1) filem (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) humor (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog