14 Juni 2014

Tamu Sepeda (2)

Bersepeda adalah kegiatan yang menyenangkan, juga menyehatkan asalkan tidak sambil menghirup polutan. Bersepeda juga merupakan cara bepergian yang ramah lingkungan. Bersepeda itu, intinya, adalah kegiatan yang menyenangkan.


Di kota-kota besar, sekarang, banyak orang yang bersepeda ke kantor. Umumnya, mereka bukanlah orang yang tidak punya duit untuk membeli sepeda motor atau mobil. Mereka melakukan itu lantaran mempunyai wawasan berbeda dari orang kebanyakan, seperti ingin mendapatkan hiburan, melihat pemandangan sekitar lebih detil, menyadari terbatasnya energi fosil, dll.


Tamu saya kali ini, Wing Sentot, adalah satu dari tidak banyak orang yang bersepeda dengan cara yang ekstrem. Saya tidak pernah kenal dia sebelumnya dan entah siapa yang merekomendasikannya untuk kemari. Ia berangkat dari Lombok entah kapan dan tiba di tempat saya, Guluk-Guluk (Sumenep) pada Kamis 12 Juni 2014. Bermalam semalam, ia berbagi kisah berbagai hal. Esoknya, Jumat pagi, ia pergi, berangkat lagi entah ke mana. Ia berkata punya rencana untuk ke Riau, Sumatra. Lelaki yang sudah pernah touring ASEAN bersepeda ini juga telah berpengalaman naik sepeda di hampir semua pulau besar di Indonesia, seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dll.

“Anda tahu Paimo?” tanya saya.
“Ya, dia itu keren sekali,” jawabnya sambil tertawa. Dia sudah keliling Eropa dan sebagian benua Amerika serta kota-kota besar di dunia.”
“Saya tidak kenal Paimo, tapi pernah baca buku perjalanannya, ‘Bersepeda Membelah Pegunungan Andes’, hadiah dari Bu Sekar yang juga pernah tiba di sini sebagai "tamu sepeda" bersama suaminya, Pak Tedi, dan juga rekannya, Mas Nanang dan istrinya, Bu Liza.".
“Iya, iya, iya…” katanya.

Dalam satu kesempatan duduk-duduk, ia bercerita kepada saya bahwa dalam perjalanannya ini ia membawa misi lingkungan. Ia melakukan pentas di tempat-tempat yang ia singgahi, kadang berpuisi, kadang pula menyanyi. Termasuk di sini, Sentot pentas baca puisi bersama para santri. Beberapa orang bertanya pada saya, apakah Sentot itu punya anak dan punya istri? Kepadanya saya menjawab, “Itulah pertanyaan yang memang sengaja tidak saya tanyakan.”



 Selamat jalan, kawan. Selamat bersepeda.





4 komentar:

ahmad shofwan mengatakan...

sayang,qw tak ketemu langsung dengan orangnya........
jika aku tau dan aku disana mungkin itu seru ceritanya.

M. Faizi mengatakan...

@Shofwan: iya, bakal seru. Itu juga ada yang lebih seru, tentang Paimo. Sudah membaca?

wing irawan mengatakan...

terima kasih pak faizi________anda membuat kami semua rindu bertandang kembali dan mengolah daya hidup di pesantren ini. Terus maju dan menggali potensi kemanusiaan itu. Pertajam terus wawasan kemanusiaan. Dan terbanglah tinggi seperti Capung saja___________hehehehe

M. Faizi mengatakan...

Terima kasih, Mas Sentot Wing Irawan. Kedadatangan Anda ke tempat kami akan selalu diingat; capung roda dua yang terbang dari jauh

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (1) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) filem (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (23) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog