22 November 2014

Benar dan Pantas

Hari condong ke barat. Tampak seorang lelaki sedang shalat di sebuah ‘wakaf’. Yang dimaksud wakaf adalah mushalla kecil yang biasanya berada di dekat kali/sungai, dekat sawah (di Madura). Ia hanya mengenakan sarung, tanpa baju. Di sampingnya ada kolor dan cangkul. Sarungnya digulung agak tinggi agar menutupi pusar namun tetap menutupi lutut, mirip kemben. Sepintas, dari busana dan perlengkapannya, terduga ia seorang petani.

Penggambaran ini bukan soal mengapa dia tidak mengenakan baju di saat shalat. Apakah bajunya basah karena terkena lumpur atau lupa dibawa saat pagi hari dia pergi ke sawah, padahal ketika itu  waktu shalat Duhur sudah hampir habis dan ia harus menunaikan kewajibannya? Yang pasti, gambaran ini menjelaskan bahwa dia sudah cukup syarat menutupi aurat untuk shalat. Orang yang kebetulan lewat di kejauhan akan menganggapnya pantas-pantas saja.

Akan tetapi, tentu tidak demikian kesan yang akan muncul jika dengan pakaian dan dandanan seperti itu dia sedang mengimami shalat Jumat di sebuah masjid agung. Shalatnya sah, sih, sah, dan mungkin juga tidak ada masalah karena hubungan tersebut adalah hubungan pribadi seseorang dengan Tuhannya. Tapi, mana mungkin ia akan lakukan itu di masjid?

Tiga paragraf di atas hanyalah sebuah ilustrasi tentang sesuatu yang benar dan pantas dan juga tak pantas. Saya tambahkan tiga ilustrasi lainnya di bawah ini.

Seseorang dengan dandanan pemulung sampah sah-sah saya turun dari Mercy SLK lalu masuk ke warung dan makan siang. Sepanjang ia membayar setelah makan, pemilik warung tentu tidak akan mempermasalahkannya; mobil sport itu ia peroleh dari hasil memulung di mana atau pinjam milik siapa. Atau, ini lagi: ada perempuan sangat cantik bergandengan tangan dengan lelaki tua yang miskin. Apakah ini juga pantas?

Tunggu, saya tambah satu lagi: kalau kamu buat cerita dan kamu jadi tokohnya; seorang pemuda desa yang miksin menikah dengan anak presiden yang cantik, pintar, kaya, dan dihormati, itu bisa saja terjadi dan dipantas-pantaskan. Tapi, cobalah tawarkan cerita kamu itu. Di koran mana pun ia tak akan dimuat, dijual di asongan pun tak akan laku. Mengapa? Meskipun itu semua benar dan nyata, tapi ya, itu tadi, semua itu ada pantas-pantasnya. Perkecualian hanya terjadi secara tak terduga dan jarang, sedangkan manusia cenderung membaca, melihat, dan menyaksikan sesuatu yang lumrah dan kaprah di sekitar mereka.




Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (2) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) fiksi (1) filem (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) humor (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog