07 Maret 2015

Manusia Multitugas: Kelola Waktu bagi Pumula

Ada beberapa tugas/pekerjaan yang harus diselesaikan manusia selagi dia hidup di dunia. Sebagian besar pekerjaan itu—bahkan secara bersamaan—dapat dikerjakan sejak (atau ketika) muda, seperti belajar, mengaji, mencari ilmu, banyak membaca, dll. Jika itu tidak dilakukannya sejak muda, dan karena ia merupakan tugas yang harus dilaksanakan sebelum mati, maka banyak dijumpa orang yang justru sibuk di masa tuanya. Mereka yang sibuk itu terkadang bukan melakukan sesuatu yang baru, melainkan hanya mengganti tugas-tugas tertunda yang sejatinya bisa dibereskan di masa mudanya.

Kian hari, tugas kian banyak, pekerjaan terus bertambah, sedangkan bilangan waktu tetap 24 jam sehari-semalam, tidak berubah. Pada praktiknya, masa tua itu, masa yang diandaikan sebagai masa tenang dan rehat kala kita masih remaja, ternyata juga merupakan masa penuh aktivitas. Jadi, tak ada waktu yang benar-benar santai dalam hidup ini kecuali hanya di saat kita ngopi di warung, itupun kalau tidak sibuk sambil main gadget.

Menghadapi situasi seperti ini, maka tugas-ganda (multitasking) harus diterapkan. Pepatah lama; “sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui”, sebetulnya sudah mengacu pada prinsip ini. Contoh: ada seorang ibu sambil lalu melipat pakaian, ia juga nonton televisi dan login Facebook dalam waktu yang bersamaan. Atau bisa juga seperti menyiapkan buku bagi Anda yang punya jaringan internet lemot sehingga berkesempatan membaca paragraf demi paragrafnya di saat menunggu laman yang dibuka tak kunjung nongol.

Orang yang mampu melakukan banyak hal dalam satu kali kesempatan bukanlah orang sakti. Dia hanya orang biasa yang beruntung karena mampu ‘mengelola’ waktunya. Andaipun ia diberondong dengan pertanyaan-pertanyaan sejenis ‘sudahkah Anda’ yang mencakup hal-hal seputar ibadah, ilmiah, amaliyah, seperti ‘sudahkah Anda membaca (Alquran, shalawat, buku) hari ini?’, ‘sudahkah Anda ngopi hari ini?’, atau ‘sudahkah Anda mandi/sikatan hari ini?’, dengan mudah dia akan “Yes to All” lalu “Enter”.

Jika Facebook dianggap tidak berguna, tinggalkan. Jika nge-blog tidak berguna, tinggalkan. Jika SMS dan  telepon juga tidak berguna, tinggalkan.

Akan tetapi, Anda harus dapat mengimbangi alasan buang-buang waktu itu dengan pekerjaan yang nyata bermanfaat. Maka, tentu menjadi rugi jika dengan ‘meninggalkan banyak hal’ itu waktu kita ternyata juga tidak lebih efektif untuk berinteraksi dengan Tuhan, dengan manusia, pun dengan alam dan tidak mampu “Yes to All” untuk beberapa pekerjaan harian. Eh, hampir lupa. Ada satu hal lagi: perlu diingat, bahwa ‘aktivitas berganda dalam sekali waktu’ ini tidak dapat diterapkan untuk semua urusan, misalnya ngemil sambil SMS-an sambil nonton video sambil mengemudi, begitu pula tidak elok diterapkan seperti ngomong sama teman tapi pandangan mata terus melolot ke layar ponsel di tangan.

Tidak ada komentar:

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (1) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) filem (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog