11 Juli 2018

Pengalaman Naik Kereta Api


Teringat pengalaman pertama naik kereta api, pada suatu malam di tahun 1986, saat saya berusia 11 tahun. Mendiang ayah mengajak saya pergi ke Jakarta. Kami berangkat dari stasiun Pasar Turi pada pukul 18.00 dengan kereta KGB. Pada karcisnya yang tebal, tertera nominal Rp 4.300. Jika tidak salah, perjalanan dari Surabaya ke Jakarta waktu itu memakan waktu lebih dari 14 jam.

Stasiun Wonosari (Bonosare) sumber: https://goo.gl/naWf3z
Kali kedua terjadi di sekitar akhir tahun 1990. Ketika itu, saya naik kereta api dari Wonosari/Bonosare (Bondowoso) ke Kalisat (Jember). Bersama Jufri, kami pergi secara rombongan. Tak lama setelah itu, saya naik kereta api lagi dari Klakah (Lumajang) ke Jombang bareng Agung dan Gunawan. Masa-masa itu sangat berkesan sehingga lekat di dalam ingatan.

Saya juga pernah mengalami hal-hal tidak menyenangkan di atas kereta api, di antaranya adalah di tahun 1999 ketika terjadi desak-desakan penumpang yang luar biasa, dari stasiun Senen (Jakarta) menuju Lempuyangan (Jogjakarta). Saya terpaksa mengalah karena harus berhadapan dengan nenek-nenek. Pernah juga saya terjatuh dari gerbong kereta api karena meloncat di saat kereta berjalan lambat untuk langsir di stasiun Panarukan, 1990, masa akhir stasiun di barat kota Situbondo itu sebelum ditutup sampai sekarang.

Seingat saya, hingga tahun 2011, layanan PT KAI masih sama saja dengan ketika masih bernama PJKA atau Perumka, masih suka molor di jam pemberangkatan maupun kedatangan, stasiun masih rawan calo, gerbong masih rawan copet. Tapi, tahun demi tahun, pelayanannya terus membaik, terutama setelah ada ‘revolusi’ di era Pak Jonan. Sekarang, ketepatan waktunya mengalahkan jadwal transportasi apa pun.

Jika ada itikad baik dan sungguh-sungguh, pembenahan yang menyeluruh, seruwet apa pun sistem transporatasi itu pasti bisa dibereskan. Demikianlah keyakinan saya jika melihat situasi yang pernah dan sedang dialami oleh PT KAI. Sekarang, pelayanannya sudah sangat bagus. Saya hanya menunggu tiga kemajuan lainnya: ruang merokok di restorasi, gerbong tingkat, dan tempat khusus untuk penyandang cacat di semua rangkaian gerbong dan kelasnya. (M. Faizi, admin)

Tidak ada komentar:

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (2) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (4) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) fiksi (1) filem (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) humor (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) KAI (1) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) kereta api (1) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu penerangan jalan (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) rasa memiliki (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) taksa (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tengka (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi (1) tradisi Madura (4) transportasi (1) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog