Unsur apakah dari diriku sehingga dikira juragan bis? Aku cuma numpang nampang saja, kok. Ya, oQelah jika beg...beg...beg...itu.
30 Januari 2010
Juragan Bis
Unsur apakah dari diriku sehingga dikira juragan bis? Aku cuma numpang nampang saja, kok. Ya, oQelah jika beg...beg...beg...itu.
Orang Dalam
“Orang dalam”, wow, keren sekali frase ini! Sepertinya, semua masalah akan tuntas dan beres dalam waktu sekejap kalau kita memanfaatkan fasilitas “orang dalam” ini. “Orang dalam” bagaikan shortcut atau jalan pintas. Anehnya, saya selalu menjumpai dengan frase ini setiap kali berurusan administrasi di instansi-instansi pemerintahan, dan lebih aneh lagi, banyak sekali teman yang suka berkata, "Sama saya saja. Saya punya 'orang dalam' kok."
Sekarang, “orang dalam” merupakan bagian dari kehidupan yang biasa saja, yang tidak istimewa lagi.
25 Januari 2010
Pendidikan Anti Belok Mendadak
Salah satu tujuanku memasang speaker di mobil bukan saja sekadar untuk menyapa teman yang kebetulan berpapasan, melainkan juga untuk menegur para pengguna jalan yang bertingkah-polah sembarangan. Cara ini rupanya lebih sopan dan “menyentuh hati” daripada boros tekan klakson bertubi-tubi.
Akan tetapi, pengalaman berulang kali melakukan perjalanan ulang-alik Guluk-Guluk-Pamekasan dengan Titos membuat aku berkesimpulan begini:
“Saatnya tertib berlalu lintas masuk kurikulum pendidikan atau perketat prosedur pengambilan SIM dengan betul-betul menguji kecakapan (serta wawasan) calon pengendara kendaraan bermotor.”
Masyarakat harus disadarkan bahwa akhlaqul karimah itu tidak saja sekadar menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, bukan pula sekadar menahan diri dari—meminjam istilah Gus Mus—membuang sampah di telinga orang lain, bukan pula sekadar menyingkirkan batu/aral yang melintang di tengah jalan, melainkan juga tidak belok mendadak, tidak menerobos lampu merah, dan juga tidak parkir seenaknya seolah-olah dunia ini milik dirinya sendiri dan yang lain cuma ngontrak.
Saya membayangkan ada lembaga atau institusi yang mau melakukan penelitian tingkat kecerdasan seseorang (baik kecerdasan spiritual ataupun kecerdasan emosional, dll.) dengan perilaku berkendara dan etiketnya di jalan raya sebagai tolok ukurnya. Betulkah masyarakat sudah tahu bahwa lampu sein itu BUKAN lampu disko dan spion itu BUKAN cermin untuk berdandan?
juga terbit di Titos du Polo
08 Januari 2010
Curanbis
Pencurian selalu terjadi di sekitar kita. Tak pilih lokasi, baik di negera kaya ataupun negera miskin, pencurian sama-sama mungkin terjadi. Di Belanda, banyak orang kemalingan salah satu “anggota tubuh” sepeda ontelnya, di sini banyak orang kehilangan sepeda sekaligus motornya.
Sejauh ini, yang kutahu, pencurian genre “curanmor” biasanya mencakup kasus kehilangan sepeda motor, yang nyaris jadi berita biasa, bahkan derajatnya melorot ke kelas gosip warung kopi saja. Tapi yang ini, curanmor versi gede-nya, versi bokapnya, yaitu curanbis. Rasanya, mana mungkin bisa kupercaya? Kecuali setelah kasus ini, barulah kepercayaan itu terjadi.
Pencuri yang hebat atau pemilik yang enteng? Biasanya, semua orang ramai-ramai menyalahkan satpam, atau sopir, atau lingkungan, dan pada saat yang sama lupa untuk menyalahkan si maling. Curanbis? Ada-ada saja! Dan ternyata memang benar-benar adanya.
Ripley’s Believe it or Not, jangan lupa: CATAT kasus ini!