Saya merasa heran ketika beberapa tempo hari yang lalu, beberapa hari setelah merebaknya berita mutiliasi di bis Sumber Kencono, ada orang/kawan yang bertanya kepada saya tentang itu? Ngeri campur lucu. Apakah karena saya suka naik bis Sumber Kencono? Tidak juga! Apakah karena saya bisa bercerita tentang mutilasi? Waduh, saya lebih dak taw lagi. Apakah karena saya pernah bercita-cita jadi pengemudi bis Sumebr Kencono? Apalagi….
Waduh, ah, ugh...
Untung tak ada yang bertanya ini-itu lagi. Jika masih berlanjut, saya membayangkan akan duduk di meja depan dalam sebuah forum yang membahas semua ini…
