Tampilkan postingan dengan label anekdot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anekdot. Tampilkan semua postingan

04 Januari 2020

Beratnya Jadi Imam Jumat

Dua orang berbaju putih duduk di kanan-kiri mimbar. Begitu bilal selesai azan, keduanya bangkit dari duduk, saling bersitatap. Keduanya mulai ragu, giliran dia yang jadi imam ataukah bukan? Keduanya sama-sama berdiri, tapi mereka lalu ragu kembali, apakah hari ini Jumat Pon atau Legi. Keduanya sama-sama melangkah satu kali, mendekati mimbar.

Apa yang terjadi? Bayangkan saja sendiri!

***
Seorang imam Jumat yang baru diangkat pertama kali telah menyelesaikan shalat. Hadirin sudah bubar. Dia melihat amplop putih kecil di balik sajadah. Ia mengambilnya dan memasukkan ke kantong baju. Ia keluar menuju kamar kecil untuk pipis, tentu sembari mengobati rasa penasaran, ingin tahu berapa isi amplonya. “Wuih, seket ewu, Rek!” katanya.
Begitu ia kembali, orang-orang yang masih tetap di masjid menatapnya seraya tersenyum. Rupanya, bunyi cucuran dan kecipak air, serta suara dia barusan, terdengar di seluruh ruangan karena sang imam lupa melepas mikrofon nirkabel-nya yang masih aktif ketika tadi hendak keluar.
***
Seorang imam mendadak lupa saat membaca surah setelah Al-Fatihah. Rakaat pertama sudah aman. Al-A'la dibaca dengan khidmat. Pada ayat keduabelas entah ketigabelas Surah Ghasyiyah, surah yang dibaca pada rakaat kedua, mendadak ia lupa. Ia mencoba mengulang dari ayat kesepuluh, tetap lupa. Jamaah sudah mengingatkan, tapi ia benar-benar lupa. Tiba-tiba terlintas di dalam pikiraannya kejadian tadi pagi: saat mau menyalakan mobil tapi dinamo starternya enggak nyantol-nyantol juga, enggak ngangkat karena strum akinya lemah. Wah, celaka, pengalaman aki lemah kok terbawa-bawa ke dalam shalat, payah!
Akhirnya, sang imam membaca lagi dari depan, tapi ganti Surah Al-Kausar.
***
INI BUKAN PENGALAMAN SAYA. Saya sampaikan supaya ndak ada yang berkomentar “jangan-jangan ini pengalaman pribadi”.

17 November 2017

Cara Baru Menjual Mangga


“Mangganya sekilo, berapa, Pak?”
“Duabelas ribu, Bu.”
“Mahal banget, kayak di supermarket jadinya. Saya pergi ke sini kan cari mangga yang sama dengan yang di super market tapi harganya yang lebih murah, Pak. Masa harganya sama dengan yang di supermarket, sih! Huh!”
“Tapi, ini mangga asli, Bu, asli Probolinggo, ibukotanya mangga.”
“Lha, iya, Pak. Tapi, kok mahal banget.”

Karena si bapak yang belakangan diketahui bernama Nidin itu terdiam, seperti kena skak-mat begitu, maka giliran ibu muda ini mengambil sebuah, menimang-nimang, menimbang-nimbang, membolak-balik seperti petugas perum pegadaian memeriksa keaslian emas. Teliti sekali tampaknya si ibu ini, sampai-sampai Nidin jadi keki.

“Bisa 8 ribu, Pak? Saya mau ambil 5 kilo kalau bisa.”
“Belum bisa, Bu. Sudah deh, saya turunkan seribu, jadi 11 ribu per kilogram.”
“Masih kemahalan, Pak. Bagaimana kalau 9 ribu?”
“Wah, tetap gak nutut, Bu. Harga segitu saja masih belum nutup sama biaya angkutnya dari Probolinggo sana.”

Si ibu ini tidak menawar lagi, tapi juga tidak pergi. Ia mengulang aksi seperti tadi: menimang-nimang, menimbang-nimbang, dan tampaknya tetap tidak jadi beli.

“Lagi pula, salah Bapak, sih, jualan mangga sampe ke Bekasi, kan mahal di ongkos. Kenapa tidak jualan di Probolinggo sana saja, Pak?”
“Takut saya, Bu, diburu orang. Jadi, saya jualan mangga sampe Bekasi ini juga karena melarikan diri, kok.”
“Hah? Serius? Apa kasusnya, Pak?” tanya si Ibu mulai pasang tampang kecut.
“Pembunuhan!”
“Wah, bapak ini, kok, serem, sih. Apa pasalnya, Pak, kok sampe membunuh?”

Bapak itu lalu diam, menunduk. Ia memperbaiki posisi mangga-mangga dagangannya tersebut  agar kembali menarik dilihat calon pembeli karena tadi sudah diobrak-abrik sama si ibu muda.

“Mmm, nganu, Bu. Saya pernah membunuh calon pembeli yang tidak jadi beli, yang cuma nawar-nawar melulu. Akhirnya, karena saya sebel, saya bunuh saja dia biar tidak kelamaan ngoceh.”


Mata ibu muda mindzalik. Ia membuka tas, mengeluarkan beberapa lembar uang, dan membeli 5 kilogram mangga tersebut dengan harga asal. Kali ini ia tidak bicara lagi, tidak menawar pula.  Kalau saja si ibu ini sebuah ponsel, pastilah profile-nya baru saja diubah: dari ‘outdoor’ ke ‘vibrate only’.

CATATAN: jika ada kesamaan nama dan tempat, semua itu hanya dibuat-buat supaya kayak kebetulan. Tapi, jangan marahi saya. 

29 Mei 2014

Maburu Labhed (Lovebird)

Paman reya orengnga ekenning koca’ sogi, mangkana kan pas entar umroh. Paman andhi’ toko rajha e pasar, e seddi’na romana, sela jariya garus. Biyasana, bhu-obhuwanna oreng sogi reya mun ta’ motor, ya, mano’. Laaa…, Paman reya lebhur ka mano’ labhed (lovebird). Saellana mangkata ka umroh abareng binina ban mattowana, Paman menta ater ka Kacong se lebbi  pangalaman.

E BANDARA

Paman: “Ellu’ gallu, pae’ mun gun jeng-manjeng edinna’, Cong. Tadha’ barung kobhi (kopi) edinna’?”
Kacong: “Badha, Nom, keng larang.”
Paman: “La iyye rah. Tekka’a la larang, masa’ pas ta’ kellara majar?”
Kacong: “Enggi tore nyare. Beh, Bhibbi’ ma’ ta’ eyajak, Nom?”
Paman: “Enja’, sengka ca’na. Dhina bhibbi’na ma’ neng ban emma’na e lowar.”
Kacong: “Enggi tore pon.”

Kacong pas ngajak pamanna entar ka kafe se bagus. Gi’ ta’ toju’ kana, pas Paman ngoca’ laju atanya.

“Mun edinna’ olle aroko’, Cong?”
“Olle, Nom!”

Paman pas langsung nyolet rokok, pas ngoca’ pole:

“Sengko’ messenagi kopi luwak!”
“Tak anapa tekka’a larang?”
“La pah messen koh, ja’ nya’ bannya’ rembhak.”

Ella ra poko’na. Samarena pi-kopian ban ko’-roko’an, Paman pas ngajak mole.
Paman: “Tanya’ agi, Cong, abi’ barempa kowah!”

Kacong pas atanya abi’na. Kopi luwak du cangker gun ban roti pas temmo abi’ 350 ebu.

Kacong: “Tello’ saeket ca’na, Nom!”
Paman: “Apa? Tello’ saeket apa jiya?
Kacong: “Beh, enggi tello’ saeket ebu, Nom…”
Paman: “Adduana’… palang!”

Mare majar, Paman ban Kacong pas nyengla sambi ajalan na-ta’mana, Paman pas ngoca’ ka Kacong.


“Daggi’ ba’na se ngoca’ ka bhibbi’na, ya, Cong! Kabhala ja’ engko’ gi’ buru maburu labhed kowah, yeh!!”

---
Editor Bahasa Madura: Nurul Hidayat

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) amplop (1) Andes (1) Android (1) anekdot (3) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (5) bahsul masail (1) baju baru (1) baju lebaran (1) Bambang Hertadi Mas (1) Bangkalan (1) bani (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) bau badan (1) bau ketiak (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bhasa Madura (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) Blega (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) bromhidrosis (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) budaya (1) buku (2) buruk sangka (2) catatan ramadan (4) celoteh jalanan (1) ceramah (1) chatting (1) chemistry (1) cht (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) corona virus (1) Covid 19 (1) cukai (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) durasi waktu (1) durno (1) ecrane (1) etiket (17) fashion (2) feri (1) fikih jalan raya (1) fikih lalu lintas (1) fiksi (2) filem (1) flu (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) guyon (1) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) horeg (1) humor (2) IAA (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) inferior (1) jalan raya milik bersama (1) jamu (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) jual beli suara (1) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalisme (1) jurnalistik (3) KAI (1) kansabuh (1) Karamaian (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kasokan (1) kebiasaan (5) kecelakaan (2) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) kereta api (1) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (3) KPK (1) kuliner (2) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lakalantas (1) lampu penerangan jalan (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) MC (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) Merusak Bumi dari Meja Makan (1) mikropon (1) mimesis (1) mirip Syahrini (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) nahas (1) napsu (1) narasumber (1) narsis (1) Natuna (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pandemi (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) penata acara (1) pendidikan (1) pendidikan sebelum menikah (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) penyerobotan (1) Pepatri (1) perceraian (2) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) perjodohan (1) pernikahan (1) persahabatan (1) persiapan pernikahan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) plastik sekali pakai (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) Pondok Pesantren Sidogiri (1) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (5) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) rasa memiliki (1) rekaan (1) rempah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rokok durno (1) rumah sakit (1) Sakala (1) salah itung (2) salah kode (3) sampah plastik (1) sanad (1) sandal (1) santri (1) sarwah (1) sastra (1) screenshot (1) sekolah pranikah (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturahmi (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) stereotip (1) stigma (1) stopwatch (1) sugesti (1) sulit dapat jodoh (1) Sumber Kencono (1) Sumenep (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (2) syawalan (1) takhbib (1) taksa (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tengka (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (28) The Number of The Beast (1) tirakat (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi (1) tradisi Madura (4) transportasi (1) ustad (1) wabah (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog