Saya suka merperhatikan yang remeh-temeh. Katanya, ini merupakan resep yang baik sebagai modal menjadi penulis, membuat deskripsi, kelak kalau saya benar-benar jadi novelis.
Santre ding latian pidato:
Diawali dengan “Pertama-tama, marilah kita panjatkan…”
dan selalu ditutup dengan “mungkin hanya ini dari kami…”

