09 Juni 2010

Salah Tarif Listrik

Beberapa waktu yang lalu, pihak PLN mencari sebuah rumah milik Pak Emmus di daerah Ro'koro', desa Taro'an, kecamatan Tlanakan, kabupaten Pamekasan. Penyelidikan ini didasarkan pada laporan seseorang (namanya dirahasiakan atas alasan keamanan) kepada pihak PLN, bahwa Pak Emmus telah melakukan pemalsuan data kelas pembayaran listrik. Ia membayar murah karena rumahnya dikelaskan "tipe S" alias sosial, sebagai musolla / tempat ibadah. Padahal, dia merupakan orang biasa, bukan takmir, bukan pula pengelola yayasan.

Tiba di TKP, pihak PLN bersama petugas yang lain, langsung melakukan interogasi:

"Sampeyan kan penduduk biasa, seharusnya listriknya pakai tipe R, Pak. Ndak boleh begini caranya."
Pak Emmus berkelit, "Saya ndak tau apa-apa, Pak. Waktu daftar dulu, ya, saya cuma setor KTP dan pihak bapak telah mencatatnya. Yang salah saya apa salah yang mencatat, Pak?" Pak Emmus balik bertanya.

"Lha, iya, maksudnya, di atas rekening, atas namanya kok MUSOLLA, tapi kenyataannya Sampeyan pakai untuk pribadi. Emang ada di mana musala-nya?" Petugas memutar-mutar matanya, menyelidik keadaan sekitar, tanda curiga.

"Ya, saya ini!" Pak Emmus menepuk-nepuk dadanya.

"Iya ngerti. Maksud kami, Sampeyan bangun musala itu di sebelah mana? Biar kami mengecek meterannya.."

"Lah, bapak ini. Nama saya Musolla, Pak!" jawab Pak Emmus muwantab yang seketika itu pula membuat nyali petugas PLN tersebut lemas bagai kehabisan tegangan, ngedrop tiada tara.

Mangkanya...

(Catatan: Kisah nyata ini saya dapatkan dari Kiai Umar Faruk (Soklancar); dari Kiai Zainuddin (Taro'an); dan beliau dari si pelaku cerita; shahih)

8 komentar:

Ummul Corn mengatakan...

Baca tulisan ini saya merasa menjadi pihak PLN. karena akhirnya serba salah, saya 'kagiren, pengen nyubit Pak Emmus' hehehe.

M. Faizi mengatakan...

ya, begitulah kelebihannya Madura. Nama Arab berlimpah:
Tak ada jama'ah, musolla pun jadi.

Ahmad Sahidah mengatakan...

cerita ini menerbitkan tawa di sore hari. Duh, semua orang memang patut berbahagia dengan kehadiran Gus Faizi?!

M. Faizi mengatakan...

Alhamdulillah jika demikian. Saya senang, tawanya sampai Malaysia...

achen mengatakan...

Walah... :-)
Mungkin mbaca Shod nya kurang tartil kali ya, si Pelapor... :-)

M. Faizi mengatakan...

Achen: he..he..
ini masih mending ketimbang di terminal-terminal yang demi terciptanya sensasi ke-Arab-an (yang justru jadi ARABPathe genah, he..he..) menggunakan akhiran "H"

--menjadi "musollaH"

Cinta Syahadah mengatakan...

ha ha ha ha.. :ngakak mode on.. :))

jangan2 musolla yang dimaksud dalam cerita itu teman saya waktu kelas III (Khusus)MTs1 A. Dulu mondok di Latee.. masih ada gak ya sekarang..?

UMAR FARUK MANDANGIN mengatakan...

bukan faizi kalau tulisannya tidak bergizi. ro' nyero'. kagiren.

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (1) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) filem (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog