10 Agustus 2010

Tabrakan Berantai

Kisah ini dituturkan oleh salah seorang korban yang terlibat dalam tabrakan berantai seperti kisah di bawah ini:

Ada seorang pengemudi sepeda motor. Ia menggunting jalan, menyeberang, persis hanya beberapa meter di depan sebuah bus yang melaju kencang. Pengemudi bus kaget. Ia langsung melakukan pengereman. Sepeda motor terselamatkan dari lindasan roda-rodanya.

Tetapi…

Di belakang bus ada sebuah Panther. Tahu kalau bus di depan berhenti mendadak, si pengemudi Panther juga melakukan tindakan serupa. (sementara: selamat!) Namun, di belakang Panther ada sebuah Suzuki Carry yang menyodok pintu belakangnya. Akhirnya, Panther terdorong beberapa meter. Ekornya penyok dan moncongnya mencium buritan bus; hancur. Carry tak mampu melakukan pengereman mendadak atau karena ia juga kena sodok oleh sebuah mobil pick up dari belakang yang menghantam bak terbukanya.

Hemm… Bus; rusak bumpernya; Panther; harus memperbaiki moncong dan ekornya; Carry; rusak bagian depan dan belakangnya; sementara pick up, yang terakhir, rusak bagian depannya saja. Untunglah semua selamat. Tak ada korban jiwa. Yang ada hanyalah korban dana tak terduga, kecuali sepeda motor yang tidak terluka dan tidak apa-apa.

Kesimpulannya?

10 komentar:

achen mengatakan...

selalu waspada di jalan raya... he

M. Faizi mengatakan...

jangan nyalip di tikungan; kecuali itu terjadi di Sentul, :-)

بوويل mengatakan...

Setuju Kesimpulannya Mas Faizi... :-)

M. Faizi mengatakan...

Buwel: iya, pokoknya, kan, ya? iya deh...

Pangapora mengatakan...

Kasiyan pengendara motor itu.... Ia tak tahu ada kejadian hebat tepat di belakangnya.... Kasiyan dia....

M. Faizi mengatakan...

@Pangapora: tentunya, pengendara sepeda motor bukan seorang pengarang. Dia tidak begitu peduli pada perisitwa penting yang bagus untuk tema cerpen yang bagus dan bisa dimuat di koran; di rubrik sastra tentu, bukan dalam rubrik berita daerah atau halaman pertama.

MyQuds2u mengatakan...

Jangan-jangan pengendara sepeda motornya bilang, "Sopir bis, bego. Nabrak gua aja kagak kena". Bhahaha...

M. Faizi mengatakan...

sedihnya diriku: kalau menulis yang serius ditakdirkan untuk meraioh anugerah komentar ciqiqiqiqik...

partelon mengatakan...

KesiNpuLLan: Pengendara sPdeda moMtornya memakay Jurus Di Bali' Gunung Memukul HaliliMtar, hihihi...

KesiNpuLLan juga': Kyai Faizi paMday meminta' kesiNpuLlan, hihihi...

M. Faizi mengatakan...

dan ternyata bertahun kemudian komentar dari Om Partelon baru bisa dibalas :-(

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (2) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) fiksi (1) filem (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) humor (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog