09 April 2026

Tarif Becak

 

Beberapa kali saya ngerjain tukang becak. Saya naik becak tanpa tanya tarif. Setelah tiba di tempat tujuan, saya baru bertanya berapa bayarannya. Biasanya, tukang becak akan menjawab terserah Sampeyan. Saya tidak tahu, mengapa hampir semua tukang becak selalu menjawab demikian.


Kejadian terakhir yang saya alami adalah bulan lalu, 29 Maret, 2026.

Sanapa (berapa)”?
Caepon Empeyan!” (Terserah Sampeyan)

Lalu, saya julurkan selembar duaribuan! Tukang becak itu bengong, lalu tersenyum. Dia jelas kaget karena saya hanya ngasih uang Rp2.000 untuk jarak yang biasanya (setelah saya tanya lebih dulu pada orang setempat) berkisar Rp25.000.


Sanapa saongguna?” (jadi berapa, nih?) tanya saya lagi.

Tukang becak itu menjawab diplomtis: “Sebelum berangkat, saya biasa berdoa agar diberi rezeki yang halal.”

“Kalau saya kasih 2 ribu?”

“Terserah Sampeyan!”


Dia memang bilang terserah, tapi jelas air mukanya berubah. Kekagetan tidak dapat disembunyikan meskipun dia berusaha tersenyum. Akan tetapi, dia tahu kalau saya sedang main drama di hadapannya. Saya lalu berkata.

“Pak, kalau Sampeyan tidak benar-benar pasrah dikasih uang 2000 sama penumpang karena Sampeyan bilang terserah, ya, jangan bilang terserah! Nanti akadnya rusak karena saya ijab 2000 tapi ternyata Sampeyan tidak qabul karena keberatan!”

“He, he, he...”


Saya ambil uang kertas 50.000-an. Saya sodorkan. Tukang Becak tersenyum dan tampak mau ambil uang kembalian. Saya bilang, “Tidak perlu kembalian. Ambil saja itu semua.” Saya juga memberinya sebungkus rokok yang harganya sekitar 25.000 sembari berkata, “Anggap saja ini bonus kaget, Pak, gantinya permintaan maaf saya.”


* * *


Hari ini saya membaca berita yang mirip tapi berbeda. Seorang tukang becak narik Bupati. Bayaran normalnya untuk jarak tersebut adalah Rp15.000. Harga segitu adalah tarif normal untuk penumpang biasa. Konon, si tukang becak berharap ongkosnya lebih dari itu karena yang naik bukanlah orang biasa, karena seorang bupati, tapi kok bayarannya ternyata sama dengan penumpang biasa. Bagaimana akad seperti itu?


Saya tidak tahu persis rentenan kejadiannnya seperti apa. Akan tetapi, saya dapat memperkirakan dua kemungkinan: Pertama, tukang becak menyampaikan jabawan template ‘Terserah Sampeyan!’ ketika ditanya tarif. Kedua, memang staf yang membayarkan ongkos pak bupati tersebut aduhai kebangetan ngiritnya.

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) amplop (1) Andes (1) Android (1) anekdot (3) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (5) bahsul masail (1) baju baru (1) baju lebaran (1) Bambang Hertadi Mas (1) Bangkalan (1) bani (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) bau badan (1) bau ketiak (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bhasa Madura (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) Blega (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) bromhidrosis (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) budaya (1) buku (2) buruk sangka (2) catatan ramadan (4) celoteh jalanan (1) ceramah (1) chatting (1) chemistry (1) cht (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) corona virus (1) Covid 19 (1) cukai (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) durasi waktu (1) durno (1) ecrane (1) etiket (17) fashion (2) feri (1) fikih jalan raya (1) fikih lalu lintas (1) fiksi (2) filem (1) flu (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) guyon (1) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) horeg (1) humor (2) IAA (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) inferior (1) jalan raya milik bersama (1) jamu (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) jual beli suara (1) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalisme (1) jurnalistik (3) KAI (1) kansabuh (1) Karamaian (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kasokan (1) kebiasaan (5) kecelakaan (2) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) kereta api (1) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (3) KPK (1) kuliner (2) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lakalantas (1) lampu penerangan jalan (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) MC (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mimesis (1) mirip Syahrini (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) nahas (1) napsu (1) narasumber (1) narsis (1) Natuna (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pandemi (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) penata acara (1) pendidikan (1) pendidikan sebelum menikah (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) penyerobotan (1) Pepatri (1) perceraian (2) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) perjodohan (1) pernikahan (1) persahabatan (1) persiapan pernikahan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) Pondok Pesantren Sidogiri (1) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (5) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) rasa memiliki (1) rekaan (1) rempah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rokok durno (1) rumah sakit (1) Sakala (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) santri (1) sarwah (1) sastra (1) screenshot (1) sekolah pranikah (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturahmi (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) stereotip (1) stigma (1) stopwatch (1) sugesti (1) sulit dapat jodoh (1) Sumber Kencono (1) Sumenep (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (2) syawalan (1) takhbib (1) taksa (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tengka (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (28) The Number of The Beast (1) tirakat (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi (1) tradisi Madura (4) transportasi (1) ustad (1) wabah (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog