10 April 2009

Dialog Google & Yahoo!


Setiap malam (sampe' pagi), Partelon selalu online. Biasanya, setelah itu, muncul Kansabuh. Dan dari balik rerimbunan daunnya, Siyamang mengintip (nah, yang ini, nih, online terus sepanjang hayatnya. Cuma, gayanya saja ngintel, karena sibuk bertravian). O, ya, Pangapora juga, yang hidup di kota besar, selalu rindu kampung halangan dan mencuri start pulang dengan cari tumpengan. Atalanggir di mana, ya, enaknya? Entah kerja apa dia sekarang.

Nah, aktivitas mereka semua ini, yang selalu atangngih, tanpa disadari, sebetulnya diperhatikan oleh Pan Google dan Bun Yahoo. Suatu kesempatan, saya mendengar percakapan mereka berdua. Begini petikannya:

G
oogle : Ka’? (kak)
Yahoo! : Apa Le’? (apa, Dik?)
Google : Ba’na ta’ ajelling, apa se elakoni reng-oreng reya… ? (tau nggak, sih, kamu? apa aja yang dikerjain sama orang-orang ini? [merujuk pada beberapa orang sodaranya kormeddal])
Yahoo! : Se dimma? (yang mana?)
Google : Beh, jariiya se aceting malolo… (loh, itu yang chatting melulu)
Yahoo! : Iyya. Buh, engko’ mengga’… ding gulaggu, pas mate kakabbi… (iya, aku, ya, heran. kalau pagi, orangnya pada nyungsep, tidur semua)
Google : Banni, Ka’. Ajariyya edissa teppa’ lem-malem! (ow, bukan, Kak. Di sana itu, di negara mereka, pas malem)
Yahoo! : Uuuu… pola batri-na tang ejjam mate, ye, Le’? (O, apa batere [quartz] jam-ku yang mati, ya?)
Google: Mangkana! Angguy arlojina jeriyye, ma’ le cocok terros… (makanya, kalau punya arloji (kinetik), dipakai dong, biar sesuai)


09 April 2009

LATIHAN PIDATO




Saya suka merperhatikan yang remeh-temeh. Katanya, ini merupakan resep yang baik sebagai modal menjadi penulis, membuat deskripsi, kelak kalau saya benar-benar jadi novelis.


Santre ding latian pidato:

Diawali dengan “Pertama-tama, marilah kita panjatkan…”

dan selalu ditutup dengan “mungkin hanya ini dari kami…”



04 April 2009

GAYA BERPONSEL

Pernah punya pengalaman pribadi atau mendengar (dering/ringtone) handphone yang bikin masalah? Saya berkali-kali melihat pemandangan seperti ini, beruntung belum pernah mengalami sendiri:


Stadium-1

Agak aneh (lokasi: upacara penguburan di Pakamban): ada panggilan masuk, lalu panggilan ditolak, tetapi ponsel tidak segera dimatikan, atau setidaknya diubah mode profilnya (apa memang tidak mengerti fungsi profil?). Saat itu, HP berkali-kali berdering keras karena si penelepon ngotot mau menelepon…


Stadium-2

Tidak kalah aneh (lokasi: banyak tempat, banyak kejadian): Ada panggilan masuk. Ringtone-nya tartil al-Quran (contoh: Ayat Kursi). Panggilan diterima begitu saja tanpa mempedulikan apakah pemenggalan suara ayatnya benar/tidak!; juga saat naik sepeda motor: tangan kiri pegang HP sambil SMS, tangan kanan pegang gas sambil menyetir;


Stadium-3

Sangat aneh: panggilan tetap diterima dan enjoy saja bicara keras-keras di saat suasana pembacaan talqin di pemakaman;


Stadium-4

GILA SMS; entah ada apa tidak, yang ini SMS-an sambil naik sepeda motor dalam keadaan standing..


30 Maret 2009

SARWAH TEMOR SOK-SOK

Setiap pergi sarwah, saya selalu dikawal oleh Pak Amir. Seperti biasanya, sepanjang perjalanan, dia selalu meddal dengan komentar-komentar segar yang kerap ada unsur “kor”-nya; tentang apa saja; dari soal pupuk sampai kopi, dari soal caleg sampai kedelai. Singkatnya, tidak ada tema yang terlepas dari komentarnya.


Nah, kebetulan, rute sarwah malam itu termasuk medan semi off road. Saya lewat di jalan setapak dengan jarak tempuh kira-kira (PP) 1300-an meter. Jalan ini jarang dilewati. Rumpuntya tinggi di atas mata kaki, bahkan hampir menutupi jalan. Meskipun medan begitu, seolah telah mengantongi sertifikat dari perkumpulan Off-Roader, saya tetap jalan bergegas (gancang). Saya berjalan terdoyong-doyong karena lampu senternya juga sangat tidak terang. Saya khawatir datang terlambat di TKP.


Entah di tikungan yang keberapa, saya terpeleset, dari nyaris jatuh dari tastabun ke kali (kurang lebih 2 meter dalamnya). Pak Amir pun meddal dari belakang: “Beh, ma’ munyer, Keh?! Pola eb-ban-a tepes?” (Beh, kok selip? Apa sudah gundul bannya?).


Saya tersenyum. Datar saja..


Hanya beberapa langkah kemudian, kembali saya nyaris terjatuh lagi karena jalan setapak itu memang betul-betul medan yang tidak akrab terhadap sandal jepit biasa. Maka, Pak Amir pun menambah komentarnya, “Loronga e attas, Keh! Mun se e bhaba ka’ essa sok-sok. Tengate, ta’ asareya adung-ghindung sampeyan kaula.. (jalannya itu di sini (di atas), Keh. Kalau yang di bawah itu kali namanya. Hati-hati, saya ogah mau gendong Sampeyan kalau ntar terjatuh ke kali).


Nah, malam ini, dua pekan berikutnya, saya juga bareng dia ke sarwah. Kali ini, saya bawa lampu senter berpemantul lebar, tapi sayang giliran mata saya yang sakit, kelelahan. Dan inilah saran penyajian dari Pak Amir: “Ja’ lako amaenan komputer, Keh. Tak asareya atontonton, kaula, ha..ha….” (jangan komputer saja dipelotot, saya ogah kalau harus nuntun sampeyan, ha..ha…)


Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) amplop (1) Andes (1) Android (1) anekdot (3) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (5) bahsul masail (1) baju baru (1) baju lebaran (1) Bambang Hertadi Mas (1) Bangkalan (1) bani (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) bau badan (1) bau ketiak (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bhasa Madura (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) Blega (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) bolos (1) bonceng (1) bromhidrosis (1) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) budaya (1) buku (2) buruk sangka (2) catatan ramadan (4) celoteh jalanan (1) ceramah (1) chatting (1) chemistry (1) cht (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) corona virus (1) Covid 19 (1) cukai (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) durasi waktu (1) durno (1) ecrane (1) etiket (17) fashion (2) feri (1) fikih jalan raya (1) fikih lalu lintas (1) fiksi (2) filem (1) flu (1) gandol (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) guyon (1) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) horeg (1) humor (2) IAA (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) inferior (1) jalan raya milik bersama (1) jamu (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) jual beli suara (1) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalisme (1) jurnalistik (3) KAI (1) kansabuh (1) Karamaian (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kasokan (1) kebiasaan (5) kecelakaan (2) kehilangan (1) kenangan di pondok (1) Kendaraan (2) kereta api (1) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (3) KPK (1) kuliner (2) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lakalantas (1) lampu penerangan jalan (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) MC (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) Merusak Bumi dari Meja Makan (1) mikropon (1) mimesis (1) mirip Syahrini (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) musik (1) nahas (1) napsu (1) narasumber (1) narsis (1) Natuna (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pandemi (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) penata acara (1) pendidikan (1) pendidikan sebelum menikah (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) penyerobotan (1) Pepatri (1) perceraian (2) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) perjodohan (1) pernikahan (1) persahabatan (1) persiapan pernikahan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) plastik sekali pakai (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) Pondok Pesantren Sidogiri (1) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) PP Nurul Jadid (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (5) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) rasa memiliki (1) rekaan (1) rempah (1) ringtone (1) rock (1) rokok (1) rokok durno (1) rumah sakit (1) Sakala (1) salah itung (2) salah kode (3) sampah plastik (1) sanad (1) sandal (1) santri (1) sarwah (1) sastra (1) screenshot (1) sekolah pranikah (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturahmi (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) stereotip (1) stigma (1) stopwatch (1) sugesti (1) sulit dapat jodoh (1) Sumber Kencono (1) Sumenep (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (2) syawalan (1) takhbib (1) taksa (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tengka (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (28) The Number of The Beast (1) tirakat (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi (1) tradisi Madura (4) transportasi (1) ustad (1) wabah (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog