24 Maret 2009

Berita Bernasib Malang

Beberapa waktu yang silam, saya membaca beberapa kali ke-kormeddal-an berita di sebuah koran. Sayang, saya baru sempat menulisnya sekarang. Saya tidak perlu menyebut nama koran dan kode/nama(-nama) wartawan tersebut. Anggapalah ini sebuah fragmen, sebuah cerita tutur yang dituliskan:

Sang wartawan menulis berita bertema lingkungan hidup. Dia menulis "green force", padahal maksudnya "green peace" (saya ngerti karena yang pertama itu julukan Persebaya, sedang yang terakhir LSM).

Di lain kesempatan, pada berita tentang terbaliknya sebuah kapal cepat di perairan Sepudi (?), dalam berita tertulis "speed board" untuk "speed boat" (tahu, kan? Yang pertama itu papan luncur beroda, sedangkan yang kedua itu terjemahan Inggrisnya kapal cepat).

Lagi-lagi, wartawan bernasib malang ini menulis berita ringan tentang kegemaran remaja zaman sekarang dalam hal memodifikasi sepeda motornya. Dia menulis "shock biker" pada saat tidak seharusnya dia bermain plesetan pada frase "shock breaker".

Semua ini, dalam sementara anggapan saya, disebabkan oleh dominasi budaya nguping. Akibatnya, nulis berita pun kormeddal alias waton alias kor-ngocol alias asmuni (asal muni) alias asbun (asal bunyi). Berita pun menentang hukum berita: peristiwa terjadi di lapangan, bukan di meja redaksi.

WASPADALAH!!
Hati-hati dengan mazhab kormeddal. Karena kormeddal seperti senjata: berbahaya hanya di tangan yang tidak berpengalaman!

8 komentar:

partelon mengatakan...

Hmmm... sayap panjang dan lebar untuk membawa terbang tubuh yang sehat, padat, dan --tentu saja-- bermanfaat...

partelon mengatakan...

Muge komentar e attas bnni kor-meddal...

Apik mengatakan...

di dewan juga beredar istilah kleru seperti diatas; tolAk ukur yang mestinya tolOk ukur, pasCa dibaca pasKa, bahkan senin kemarin ada fraksi menyebut baldatun toyyibatun ghafur padahal mungkin maksudnya wa rabbun ghofur. istilah itu biasanya muncul saat laporan Fraksi2 atau komisi.

Bind@ra MadOUra mengatakan...

Terlalu cepat mengambil kesimpulan sepertinya juga sudah sangat membuda. Top-markotop

Bind@ra MadOUra mengatakan...

"Membudaya' maksudnya. Aduh! saya jadi masuk kategori orang kormeddal, nih. He he he

Tata mengatakan...

Wah..Saya merasa tersindir tuch..
Maunya gaya-gayaan, dak taunya haselah salbut...

M Mushthafa mengatakan...

Saya mau nambahkan: maunya nulis "global warming", tapi ditulis "global warning". Itu ditulis di judul lho, dan di isi beritanya juga. Beda satu huruf, tapi artinya jauh.
Ada juga sih yang ga beda jauh maksudnya. Di judul ditulis "Abdul Wahid", di keterangan foto yang ditulis dengan huruf besar-besar dan bold ditulis "Abdul Wahed".
Tapi yang namanya wartawan kan mestinya AKURASI ada di nomor satu ya..

Anonim mengatakan...

Saya paling suka ungkapan berikut: "Hati-hati dengan mazhab kormeddal. Karena kormeddal seperti senjata: berbahaya hanya di tangan yang tidak berpengalaman!" Hahahahahaha.

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) adsl (1) Agra Mas (1) air horn (1) akronim (1) Al-Husari (2) alih media (1) Alquran (1) Andes (1) Android (1) anekdot (1) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (3) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) basabasi (1) batuk (1) becak. setiakawan (1) belanja ke toko tetangga (1) benci (1) bis (3) bismania (2) BlackBerry (1) blogger (2) bodong (1) bohong (2) Buang Air Besar (BAB) (1) buat mp3 (1) buku (2) buruk sangka (2) celoteh jalanan (1) chatting (1) chemistry (1) Cicada (1) Colt T 120 (1) curhat (5) defensive driving behavior development (1) dering (1) desibel (2) diary (1) ecrane (1) etiket (16) fashion (1) feri (1) filem (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) Hella (1) hemar air (1) Hiromi Sinya (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) indihome (1) jalan raya milik bersama (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (2) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (5) kehilangan (1) Kendaraan (2) keselamatan (1) khusyuk (1) kisah nyata (7) Kitahara (1) kites (1) klakson (1) klakson telolet (1) kode pos (2) kopdar (2) kopi (1) kormeddal (19) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) laka lantas (1) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (3) main-main (1) makan (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Marco (1) masjid (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) mitos (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) Nokia (1) nostalgia (2) Orang Madura (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pasar (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) penerbit basabasi (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) perja (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (2) plastik (1) PLN (1) pola makan (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) popok (1) popok ramah lingkungan (1) popok sekali pakai (1) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rokok (1) rumah sakit (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) soto (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (2) Tartil (1) TDL (1) teater (1) teknologi (2) telkomnet@instan (1) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (24) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) tolelot (1) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (3) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)

Arsip Blog