Beberapa Hal Tentang Madura 1

Jumat, Desember 26, 2008


Di bawah ini, saya menulis beberapa butir anggapan dasar tentang Madura. Jelas, anggapan ini bersifat kormeddal alias "asal". Namun, kormeddal ini akan juga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah tentu jika kelak ada orang iseng melakukan penelitian secara serius.

Pertama; dari beberapa anekdot yang saya yakini "asli Madura" (karena menurut teori folklor, biasanya anekdot muncul di berbagai tempat dan hampir sama), tema paling populer adalah tema "keras kepala" alias cengkal (anekdot-anekdot ini sedang saya kumpulkan dan insya Allah akan diterbitkan).

Masih agak serius: kebanyakan struktur bahasa Madura yang menggunakan predikat transitif (butuh objek) dibentuk pasif alias bina' majhul. Dagghi' epapeyyar bi' sengko' (nanti dipukul oleh saya) dan bukan sengko' mapeyyar daggi'. Kata Pak Akhmad Sofyan, pakar Bahasa Madura, terjadi salah kaprah yang biasanya ditunjukkan oleh penata-penata acaa. Mereka menggunakan bahasa Madura tetapi  dengan logika Bahasa Indonesia. Maka, seharusnya kita berkata "Se Kapeng duwa', Keae Marzuki se emolja agi sareng badan kaula" (yang nomor dua, yakni Kiai Marzuki yang dimuliakan oleh saya) dan bukan "Se badan kaula amolja agi, Keae Marzuki…" (Yang saya muliakan, Kiai Marzuki….)

Tidak serius: lagu Pelangi versi Madura: "Merah kuning biru, di langit yang biru". Ini anekdot yang dibuat orang untuk inferioritas orang Madura. Banyak orang menganggap orang Madura buta warna. Orang Madura tidak punya warna dasar “hijau” karena hijau disebut “biru”. Padahal, menurut A. Latief Wiayat, sebutannya bukanlah “biru”, tetapi “bhiru” (dengan ‘b’ yang ditebalkan) untuk arti “hijau”. Jadi, kebetulan saja bunyinya mirip. Begitu deh apologinya.

Dalam menandai barang/produk, orang Madura sulit menyebut nama produk/mereknya dengan benar. Mereka cenderung membuat definisi berdasarkan cirinya. Contoh, tape recorder “JVC te' pette' salekor”, yaitu JVC 21 tombol, tape recorder lawas yang dilengkapi amplifier dan mikrofonnya. Sebutan di atas mengacu  pada 21 tombol pada tape itu.

Orang Madura agak sering korupsi penamaan: ngongol-ngongol jadi ngol-ngongol (he..he..), Mitsubishi L-300 disebut L-3 (el-tello'), STNKB dibilang STN.

Mereka juga gemar membikin singkatan (nama inisial kedua orang tua) dengan cukup dua hurup di belakang namanya: Madani MH, Halili KN, Suhaidi RB, dan seterusnya.

Orang Madura paleng angko (punya nyali): berani mengklaim kopi dengan mengatakan "Kopi Madura" meskipun di Madura tidak ada kebun kopi. Mereka juga berani jual bensin di depan pom bensin!

Mereka sangat takut pada Polisi. Beberapa kali saya melihat orang tua yang selalu memakai “bhasa alos” (bahasa  Madura tinggi) meksipun polisinya lebih muda dan “abhasa mapas” atau menggunakan Bahasa Indonesia. Atau, polisi mudanya itukah yang kurang ajar, ya? Sudah tahu si bapak tua pakai “bhasa alos”, masih saja dia pakai bahasa iya-enja’ (kelas terendah/kasar).

Orang Madura petualang sejati: mereka mendirikan kota Toronto (aslinya Ronto-Ronto) di Kanada; mendirikan kota Madura di India; serta mendirikan klub sepakbola di Spanyol (yang saat ini berada di liga segunda), yaitu klub ExtreMadura!

Orang Madura punya kosa kata paling ringkas yang harus dijabarkan dengan panjang lebar dalam bahasa Inggris maupun bahasa Arab: "parobha?" yang artinya kurang lebih "Anak (Anda) itu berjenis kelamin laki-laki apa perempuan?".

Mereka juga punya jualan aneh yang disebut tembakau: Mengapa aneh? Harganya ditentukan oleh pembeli!

Gitu dulu. Ambu kah, lebile pole. Ya' la malem. Katondu!






19 komentar
  1. Hazmi 26 Desember 2008 05.52  

    saya punya cerita ttg org madura, keponakan saya sndiri,yang tidak komunikatif dg orang madura sndiri karena sejak kecil dibiasakan "ca' bahasa". dalam perjalanan naik bis, dia ditanya orang yang sebaya dengan maksud kenalan, "kakeh sapah?". Keponakan saya menjawab "Basyir!". si penanya mengulang-ulang pertanyaannya, heran kok ada perempuan bernama basyir, sementara keponakan saya mengira yang ditanya kakeknya, karena dianggapnya kakeh itu sama dengan kakek. INI SUNGGUHAN

  2. Anonim 26 Desember 2008 13.37  

    Kak Izi selalu bisa pengamat yang baik terhadap Madura...

    Biasanya orang "insider" sulit untuk berjarak dengan budayanya...

    Cerdas... jhed lakar bedhe bhei Ke Faizi...

    Fayyadl

  3. Anonim 26 Desember 2008 13.38  

    Kak Izi selalu bisa jadi pengamat yang baik terhadap Madura...

    Biasanya orang "insider" sulit untuk berjarak dengan budayanya...

    Cerdas... jhed lakar bedhe bhei Ke Faizi...

    Fayyadl

  4. pi gi a 27 Desember 2008 19.11  

    ya

  5. Lelaki Tak Sempurna 29 Desember 2008 09.08  

    bisa... bisa... bisa...

    ha...ha...

  6. en.hidayat 30 Desember 2008 23.08  

    paggun hahahaha...

  7. zuhair 1 Januari 2009 01.36  

    satu kata buat K. Faizi
    LA TAHTA (TAK BEBEH)

  8. A. Dzaki Nuhaiz AS 1 Januari 2009 21.11  

    contoh orang madura suka bikin tambahan nama salah satunya M. FAIZI EL-KAELAN. :)

  9. Anonim 30 November 2012 11.27  

    Tapeh gus...oreng Madureh benne reng ghe-oghe, Oreng Madureh jugen sering agebey singkatan dibi' yang "khas' Mongkar-Naker (Benakeron) dll

  10. M. Faizi 30 November 2012 16.37  

    Anonim: iya, betul saya sudah dengar....

  11. Edu Badrus Shaleh 30 November 2012 19.59  

    ini yang dinamakan "Reng Madureh Ghe o ghe..." :)

  12. Rusdi Umar 1 Desember 2012 04.21  

    Salut dengan Ra Faizi, sy menunggu anekdot yg sekarang lagi dukumpukan.

  13. M. Faizi 1 Desember 2012 06.33  

    @Edu: hehehehehe...

    @Rusdi: nanti enaknya keluarkan satu per satu dulu saja...

  14. Murid Faizi 1 Desember 2012 09.53  

    Saya suka manusia satu ini, karena pada saat menulis dan bercerita apapun ekspresinya dingin, sedingin es. Sama seperti ketika menulis tulisan mengenai madura ini.....Sedingin ess.....viva Faizi

  15. Murid Faizi 1 Desember 2012 09.55  

    Saya suka manusia satu ini, karena pada saat menulis dan bercerita apapun ekspresinya dingin, sedingin es. Sama seperti ketika menulis tulisan mengenai madura ini.....Sedingin ess.....viva Faizi

  16. Edi Winarno 23 Maret 2013 10.31  

    JANGAN remehkan orang Madura (bhs Jawa: Maduro). Sepeninggal Hugo Chavez, sekarang ini Venezuela dipimpin oleh orang Maduro. Nama lengkapnya; Arturo Maduro.

  17. M. Faizi 25 Maret 2013 21.43  

    @Murid: apa kabar, Murid? Semoga Anda sehat selalu.

    @Edi Winarno: ya, betul.

  18. Anonim 27 Juni 2013 13.22  

    hebat! tulisan anda menggelitik hati saya. sampeyn memang layak menjadi Budayawan Madura :) taiyye

  19. M. Faizi 28 Juni 2013 02.46  

    @Anonim: ya, ini cuma main-main, cuma kormeddal...

Bagikan/Share:

Entri Populer

Shohibu-kormeddaL

Foto Saya

Saya adalah, antara lain: 6310i, R520m, Colt T-120, Bismania, Fairouz, Wadi As Shofi, Van Halen, Puisi, Hard Rock dll

Internet Sehat Blog Award

Internet Sehat

Pengikut

Label

666 (1) Abdul basith Abdus Shamad (1) adi putro (1) Agra Mas (1) akronim (1) Al-Husari (2) Alquran (1) Andes (1) anekdot (1) aula asy-syarqawi (1) Bacrit (2) bahasa (2) Bambang Hertadi Mas (1) banter (1) Basa Madura (1) becak. setiakawan (1) benci (1) bis (3) bismania (2) blogger (1) bodong (1) bohong (2) Buang Air Besar (BAB) (1) buku (2) buruk sangka (2) chatting (1) chemistry (1) Colt T 120 (1) curhat (3) dering (1) desibel (2) ecrane (1) etiket (13) fashion (1) feri (1) filem (1) gaya (1) ghasab (1) google (1) guru (2) hadrah (1) handphone (1) ibadah (2) identitas (1) ikhlas (1) jembatan madura (1) jembatan suramadu (2) jenis pekerjaan (3) jiplak (1) Jujur (3) Jujur Madura (1) jurnalistik (2) kansabuh (1) karcis (1) Karina (1) Karma (1) Kartun (1) kebiasaan (4) kehilangan (1) Kendaraan (2) khusyuk (1) kisah nyata (6) kites (1) kode pos (1) kopdar (2) kormeddal (18) korupsi (2) kuliner (1) L2 Super (2) lainnya (2) lampu sein (1) layang-layang (1) lingkungan hidup (2) main-main (1) makanan (1) malam (1) mandor (1) Mazda (1) menanam pohon (1) mengeluh (1) menulis (1) mikropon (1) modifikasi (1) money politic (1) Murattal (1) napsu (1) narsis (1) ngaji (1) niat (1) nostalgia (1) Paimo (1) pangapora (1) paragraf induktif (1) parfum (1) partelon (1) pekerjaan idaman (1) pemilu (1) peminta-minta (1) pendidikan (1) pengecut (1) penonton (1) penyair (1) Perempuan Berkalung Sorban (1) persahabatan (1) pertemanan (1) pidato (1) plagiasi (1) plastik (1) poligami (1) polisi (1) politik (1) polusi (1) polusi suara (2) ponsel (2) preparation (1) profesional (1) PT Pos Indonesia (1) puasa (3) publikasi (1) puisi (2) pungli (1) Qiraah (1) ringtone (1) rokok (1) salah itung (2) salah kode (3) sanad (1) sandal (1) sarwah (1) sastra (1) senter (1) sepeda (3) sertifikasi guru (1) sertifikasi guru. warung kopi (1) shalat (1) shalat dhuha (1) silaturrahmi (1) siyamang (1) SMS (1) sogok bodoh (1) sopir (1) sound system (1) sugesti (1) Sumber Kencono (1) suramadu (1) syaikhona Kholil (1) tamu (1) Tartil (1) teater (1) teknologi (2) tepat waktu (1) teror (3) tertib lalu lintas (20) The Number of The Beast (1) tiru-meniru (1) TOA (2) Tom and Jerry (2) tradisi Madura (2) ustad (1) workshop (1) Yahoo (1) Yamaha L2 Super (1)